Mengapa Anak Susah Mengikuti Nasehat Orangtua? Ini Jawaban Ustadz Adi Hidayat



Anak yang sulit mengikuti nasehat orangtua terkadang bukan karena anak itu tidak mau mendengar nasehat orangtuanya, tetapi seringkali diakibatkan karena sebelumnya orang tua tidak memiliki perhatian yang cukup kepada anak. Perhatikan bagaimana Nabi Ibrahim as, seorang Nabi, seorang Rasul, seorang ayah yang dengan segala kesibukannya masih memberikan waktu yang luang untuk bermain, mengamati, dan hadir dalam keadaan dan permainan anak-anaknya. Walaupun beliau (Nabi Ibrahim) tinggal di Palestina, anaknya berada di Makkah, beliau masih tetap bisa mengontrol; Beliau melihat bagaimana lingkungannya, perkembangannya, mainnya, tentang ASI-nya, tentang kisahnya. Ketika ayah hadir dalam dunia anak, anak tidak merasa kehilangan dengan ayahnya. Ini yang dimaksudkan dalam Al-Quran Surat ke-31 Ayat 13 sampai dengan Ayat 19: Ada 4 pendidikan dini yang harus ditanamkan pada anak sejak awal agar anak mudah dekat kepada Allah, dekat dengan orang tua, dan bergaul baik dengan lingkungannya.

Pertama, Ayat 13 berisi pengajaran tentang Tauhid. Kedua, Ayat 14 sampai 15 mengajarkan tentang bagaimana pendekatan anak dengan kedua orangtuanya. Ketigamengajarkan tentang bagaimana pendidikan sholat ditanamkan sejak dini. Keempat, mengajarkan tentang Akhlak supaya dia dekat dengan lingkungannya. Ini yang kadang-kadang kita lupa; Mohon maaf, kita itu bukan Nabi, Rasul juga bukan, Surganya tidak sedekat Nabi Ibrahim; Maaf, gelar kita bukan Halilullah, bukan Anbiya, sesibuk apa sih kita?

Tak jarang karena pekerjaan, berangkat gelap hari, pulang gelap hari, anak tidak bisa terlihat dengan baik. Ini yang menyebabkan anak-anak kemudian mencari perhatian, bukan karena nakal, tetapi karena orang tua tidak hadir dalam dunianya. Setiap kali Anda pulang ke rumah, anak tidak akan menyapa dengan menyebut profesi Anda. Di Kantor Anda mungkin jadi Direktur, tapi di rumah anak Anda itu mengharapkan Ayah, bukan Direktur. Apakah pernah saat Anda pulang, lalu disambut sang anak dengan panggilan "Pak Direktuuur". Tidak

Saya (Ustadz Adi Hidayat), anak kami masih kecil-kecil, setiap kali pulang ke rumah, anak yang pertama usia 3 tahun, menanti di depan rumah bersama adiknya, selama ini tidak pernah sekalipun menyapa kami dengan panggilan "Ustaaadz". Tidak pernah, karena ternyata mereka itu menunggu Ayahnya. Satu kejadian, karena tahu saya seringkali pulang malam, dia siangnya tidur, lama dia tidur supaya dia bisa menunggu saya datang malam. Ternyata kadang ingin menampilkan sesuatu, ingin menyampaikan pesan tertentu, kadang dia ingin menyampaikan pesan bahwa dia sudah menghafal surat tertentu. Itu delapan jam nunggu-nunggu. Antum juga begitu. Anak Antum mungkin nyiapkan karya, macam-macam. Hanya saja ketika pulang, beban pekerjaan Anda yang di luar itu kadang dibawa ke rumah, itu yang membuat kita tidak adil. Itu yang repot. Kadang-kadang masalah di kantor dibawa ke rumah. Sampai di rumah, anak sudak menunggu, anak sudah menyiapkan sambutan atau senyum sebaik mungkin, ketika pintu di buka, ayahnya cemberut.

"Papaaa", sambut anak

"Diam kamu", jawab ayah dengan ketus.

"Kenapa Mas", sahut istri

"Kamu lagi ikut-ikutan", timpal suami dengan nada marah dan wajah cemberut

Sangat tidak nyaman situasi yang diciptakan. Dan situasi semacam ini yang menjadi bibit-bibit neraka dalam rumah tangga. Na'uzubillahimindzalik. Selengkapnya tentang Tausiah Ustadz Adi Hidayat ini bisa disimak melalui audio yang disertakan berikut ini.

0 Response to "Mengapa Anak Susah Mengikuti Nasehat Orangtua? Ini Jawaban Ustadz Adi Hidayat"

Post a Comment