Selamatkan Ibu dan Bayi Melalui P4K dengan Stiker



Pernah dengar istilah P4K? Ya, Bunda mungkin sudah sering mendengar istilah tersebut dan bahkan sudah mengetahuinya lebih jauh. Namun tak ada salahnya kali ini MPA menginformasikannya lagi, mengingat pentingnya program tersebut dalam menyelamatkan Ibu dan Bayi akibat masalah-masalah yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan nifas. 

Definisi P4K dengan Stiker

P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) adalah suatu kegiatan yang difasilitasi oleh Bidan di desa dalam rangka peningkatan peran aktif suami, keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil; termasuk perencanaan penggunaan KB pasca persalinan dengan menggunakan stiker sebagai media notifikasi sasaran dalam rangka meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir.

Stiker P4K yang digunakan, sama untuk seluruh Indonesia, yakni seperti yang terlihat dalam tampilan di samping. Di Kabupaten Karawang, stiker P4K dilampirkan (atau diselipkan) dalam satu paket dengan Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

Jika Bunda ingin mengetahui apakah program P4K ini berjalan atau tidak di suatu wilayah, caranya mudah. Bunda cukup melihat apakah ada stiker P4K yang terpasang di rumah ibu hamil. Jika ada, itu bisa menjadi tanda awal (sekali lagi tanda awal) bahwa kemungkinan program P4K berjalan di wilayah tersebut (atau minimal di rumah tangga tersebut). Hanya saja stiker yang terpasang tersebut bukan stiker kosong, melainkan stiker yang sudah terisi lengkap. Stiker P4K yang terisi lengkap, mencakup 7 item pokok di bawah ini:
  • Nama Ibu
  • Taksiran Persalinan
  • Penolong Persalinan
  • Tempat persalinan
  • Pendamping Persalinan
  • Transportasi
  • Calon Pendonor Darah
Oya Bunda, stiker P4K yang terpasang di rumah ibu hamil bisa dilepas setelah masa nifas berakhir. Jadi diharapkan pada hari ke-41 setelah ibu melahirkan, stiker P4K tersebut sudah dilepas atau dicopot dari tempat penempelannya, dan umumnya hal ini difasilitasi oleh Kader Kesehatan atau Kader Posyandu di bawah supervisi dari Bidan Desa setempat. P4K dengan Siker sesungguhnya memiliki tujuan yang mulia, baik tujuan umum maupun tujuan khusus. Bahkan secara substansial tidak berlebihan jika dikatakan program P4K dengan Stiker ini adalah bagian dari ungkapan nyata cara memuliakan perempuan dan keturunannya.

Tujuan Umum P4K dengan Stiker

Secara umum P4K dengan Stiker bertujuan meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir. Peningkatan mutu pelayanan tersebut diharapkan tercapai melalui peningkatan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi dan tanda bahaya kebidanan bagi ibu sehingga melahirkan bayi yang sehat. Untuk mencapai tujuan di atas, mutlak memerlukan kepedulian yang tinggi dari semua pihak, baik pihak keluarga (terutama suami), maupun masyarakat. Calon pendonor darah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari P4K misalnya, hanya bisa tersedia jika ada unsur kepedulian tersebut.

Tujuan Khusus P4K dengan Stiker

Ada beberapa hal yang secara spesifik menjadi tujuan khusus dari P4K dengan Stiker ini, yaitu: Terdatanya status ibu hamil dan terpasangnya Stiker P4K di setiap rumah ibu hamil yang memuat informasi tentang 7 hal pokok di atas:
  • Adanya perencanaan persalinan, termasuk pemakaian metode KB pasca persalinan yang sesuai dan disepakati ibu hamil, suami, keluarga dan bidan,
  • Terlaksananya pengambilan keputusan yang cepat dan tepat bila terjadi komplikasi selama kehamilan, persalinan dan nifas,
  • Meningkatnya keterlibatan tokoh masyarakat baik formal maupun nonformal, dukun/pendamping persalian dan kelompok masyarakat dalam perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi dengan stiker, dan KB pasca persalinan sesuai dengan peran masing-masing.
Selamatkan Ibu dan Bayi, Selamatkan Generasi

Apabila semua pihak berkomitmen melaksanakan P4K dengan Stiker, insya Allah angka kematian ibu dan bayi akibat masalah-masalah yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan nifas, bisa diturunkan. Dan Bunda pun bisa mengambil peran yang signifikan dalam ikut menyukseskan program P4K dengan Stiker ini. Jika Bunda sedang hamil umpamanya, pastikan telah mengikuti program P4K dengan Stiker ini.

Bila Bunda tidak sedang hamil misalnya, Bunda bisa memotivasi Bunda lainnya yang sedang hamil agar ikut dalam program ini. Sampaikan ke mereka yang belum mengetahui program ini bahwa informasi lebih detail mengenai P4K dengan Stiker bisa diperoleh di Bidan (terutama Bidan Desa) atau di puskesmas terdekat, atau bahkan di kader-kader posyandu.

Ketika Bunda sudah menunjukan kepedulian seperti di atas, tanpa disadari Bunda telah menjadi seorang MKIA (motivator kesehatan ibu dan anak) yang sesungguhnya; Bunda telah berpartisipasi dalam menyelamatkan generasi; Bunda telah membuktikan ungkapan dari seorang insan teladan, Rasulullah Muhammad Saw bahwa khairunnas anfa-uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang banyak memberi manfaat buat sesamanya). Dan bahkan dalam konteks ini sejatinnya Bunda telah menjadi bagian dari keteladanan memaknai ayat waman ahya-a faka-annama ahyannaasa jamii-a (mempertahankan kehidupan seorang jiwa seolah-olah telah mempertahankan kehidupan seluruh ummat manusia) [Al-Maidah:32]. Wallahua'lam.

0 Response to "Selamatkan Ibu dan Bayi Melalui P4K dengan Stiker "

Post a Comment